Pages

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

Jalan kearah KEAGUNGAN

Adalah sangat membesarkan hati bila kita menatap sejarah proses belajar, dan melihat betapa seringnya pemikiran-pemikiran agung bermunculan di daerah-daerah sepi, ditengah-tengah suku biadab dan kurun yang penuh berbagai tindasan dan kekerasan. Alangkah indahnya, dari zaman penuh pertumpahan darah yang menggemakan rintih dan lagu duka yang sedih, muncul pemikiran yang tenang dan agung, mempelajari alam dan menulis puisi : atau kita temukan, diantara kaum borjuis yang malas atau petani yang penuh daki tanah yang muram, suatu kecerdasan yang tinggi dalam abstraksi bilangan, penemuan-penemuan baru yang unik, atau suatu penafsiran yang sistematis tentang alam.

Rabu, 18 Januari 2012

Penyesalan Albert Einstein (1950)

ILMU : PERANTI ETIKA DAN ABDI KEMANUSIAAN.

Seperti Etika, Ilmu tak bebas dari pengaruh tata nilai. Kata Kenneth Bouding, ahli ekonomi pad Lembaga Ilmu Perilaku, Universitas Colorado : “Sebagian yang lumayan besarnya dari keberhasilan masyarakat keilmuan dalam memajukan pengetahuan adalah berkat tata nilainya, yang menempatkan pengabdian yang obyektif terhadap kebenaran di jenjang yang paling luhur, dan kepadanya baik harga diri perseorangn maupun kebanggaan nasional harus ditelutkan”.

Namun, kebenaran bukanlah satu-satunya nilai yang dijunjung tinggi itu, dan beberapa di antara ramalan-ramalannya yang penting dan terandalkan, seharusnya dipandang sebagai informasi tambahan untuk menafsirkan norma-norma etika secara lebih betul dan lebih relevan.

Tetapi sekedar berperan sebagi informan merupakan citra ilmuwan yang kian usang. Kecenderungan yang nampak ialah, bahwa rupanya makin banyak ilmuwan yang menganggap bahwa mereka sungguh-sungguh tunamoral, tak beretika dan tak bertanggungjawab terhadap masyarakat, jika membiarkan dirinya terjerat oleh rayuan dana penelitian dan pengembangan yang sangat besar, yang disediakan oleh angkatan bersenjata dan perusahaan multinasional raksasa, asal ia mau pura-pura buta terhadap peluncasgunaan dan penyalahgunaan hasil-hasil keilmuannya.

Senin, 16 Januari 2012

Pesan Albert Einstein (1938)

PESAN KEPADA MAHASISWA CALIFORNIA INSTITUTE OF TECHNOLOGY MENGENAI HAKEKAT NILAI DAN ILMU

Rekan-rekan yang Muda Belia,

Saya merasa bahagia melihat Anda semua di hadapan saya, sekumpulan orang muda yang sedang mekar yang telah memilih bidang keilmuan sebagai profesi.

Saya berhasrat untuk menyanyikan hymne yang penuh puji, dengan refrain kemajuan pesat di bidang keilmuan yang telah kita capai, dan kemajuan yang lebih pesat lagi yang akan Anda bawakan. Sesungguhnya kita berada dalam kurun dan tanah air keilmuan. Tetapi hal ini jauh dari apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Lebih lanjut, saya teringat hubungan ini kepada seorang muda yang baru saja menikah dengan seorang istri yang tidak terlalu menarik dan orang muda itu ditanya apakah dia merasa bahagia atau tidak. Dia lalu menjawab “Jika saya ingin mengatakan yang sebenarnya, maka saya berdusta.”

Selasa, 13 Desember 2011

MEMBUKA CAKRAWALA MATEMATIKA

MEMBUKA CAKRAWALA MATEMATIKA **)

PENDAHULUAN


Memasuki; abad ke-21 ini, maka hampir semua kegiatan kehidupan manusia sudah mempergunakan matematika, baik matematika sederhana, berhitung atau transaksi belanja di pasar tradisional sampai pasar modern maupun menyangkut perhitungan yang lebih rumit lagi misalnya untuk perhitungan navigasi penerbangan antariksa.

Dari sejarah, dapat ditelusur bahwa matematika berkembang sebagai saudari kembar filsafat yang secara bersama-sama atau sendiri-sendiri saling berbagi memberikan inspirasi dalam menguak misteri kehidupan dan alam semesta. Pemikiran dan penelaahan manusia terhadap alam terus berkembang. Tuntutan kebutuhan untuk memecahkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan manusia terus mendesak. Intelektualitas manusia sebagai peneguhan terhadap jatidirinya mampu menghasilkan alat guna mempertahankan dirinya sebagai eksistensi manusia sebagai mahluk berpikir, "Cogito, ergo sum" 1)

Kamis, 28 Juli 2011

Al Qur'an dan Sains Modern


Islam and Modern Science


"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur'an itu benar. Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu" (Fussilat [41] : 53)

All praise be to Allah, who made this humble work possible. Ya Allah ! Guide us to the straight path, al sirat al mustaqim!


... bermula dengan diterbitkannya buku La Bible, le Coran et la Science (The Bible, The Qur'an And Science ) dari Dr. Maurice Bucaille , seorang ilmuwan dari The Surgical Clinic, University of Paris pada tahun 1976 (yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Prof. Dr. H.M. Rasyidi Bibel, Qur-an, dan Sains Modern, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1978) dan kedalam berbagai bahasa dunia lainnya, yang kemudian menjadi sebuah literatur yang banyak dikaji orang baik dari kalangan Muslim maupun penganut agama lainnya sehingga menjadi buku yang laris atau "best seller". Dengan diterbitkannya buku tersebut, pada tahun 1986, Dr. William F. Campbell, seorang Kristen Sejati, menerbitkan pula buku The Qur'an and the Bible in the light of history and science dengan nafas yang sama untuk merespon buku Dr. Maurice Bucaille.

Kamis, 23 Juni 2011

MUSLIM SCIENTISTS AND THINKERS (700 - 1400 A.D.)